Waktu Melakukan Hubungan Intim Yang Baik Menurut Islam

Posted on

hubungan intimWaktu Melakukan Hubungan Intim Yang Baik Menurut Islam – Setiap manusia yang normal tentu memiliki nafsu syawhat dan menjadi salah satu kebutuhan dalam hidup. Islam tidak melarang umatnya untuk melampiaskan nafsu syahwat mereka tetapi melalui ketentuan agama untuk menyalurkannya yaitu dengan menikah. Dalam Islam hubungan intim atau hubungan suami istri merupakan ibadah kepada allah bukan hanya sekedar untuk melampiaskan nafsu belaka. Dan islam menganjurkan pada saat melakukan hubungan suami istri pada waktu yang baik.

Pernikahan dalam Islam tidak hanya untuk melampiaskan hafsu syahwat saja,melainkan juga untuk menunaikan sunnah Rasul dan untuk memperoleh kebahagian didunia.Pernikahan juga untuk melanjutkan keturunan tentunya karena setiap manusia akan kembali kepada allah (meninggal).

Berikut ini beberapa waktu melakukan hubungan intim yang baik menurut Islam:

1. Malam Senin (Minggu malam)
Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as, Nabi Muhamad saw bersabda: “Wahai Ali, dan hendaknya engkau melakukan hubungan dengan istrimu pada malam senin. Karena apabila anak terlahir darinya maka ia menjadi penghapal al-Qur’an dan rela terhadap yang telah ditentukan Allah swt atasnya”.
[Syeikh Radhiyuddin Abi Nashril Hasan bin Al-Fadl ath-Thabarsi, ulama besar pada abad ke-6 HQ, Makarimal-Akhlak, hal 211, Wasail asy-Syi’ah, al-Hurr al-Amili jilid 20 halaman 254 dinukil dari Adab Zafaf halaman 84]

2. Malam Selasa (Senin malam)
Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as Nabi Muhamad SAW bersabda: “Wahai Ali, jika engkau melakukan hubungan dengan istrimu pada malam selasa, maka anak yang terlahir darinya akan dikaruniai kesyahidan, ia tidak akan menyimpang dari kebenaran. Manusia suci dan bersih, wangi, pengasih , penyayang, serta lisannya akan tersucikan dari ghibah, bohong dan menuduh”.
[Wasail asy-Syi’ah, al-Hurr al-Amili jilid 20 halaman 254 dinukil dari Adab Zafaf halaman 84]

3. Malam Kamis (Rabu malam)
Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as Nabi Muhamad saww bersabda: “Wahai Ali, jika engkau melakukan hubungan dengan istrimu pada malam kamis maka anak yang terlahir darinya akan menjadi penguasa yang adil dari para penguasa dan atau akan menjadi salah seorang ulama dari para ulama”.
[Syeikh Radhiyuddin Abi Nashril Hasan bin Al-Fadl ath-Thabarsi, ulama besar pada abad ke-6 HQ, Makarimal-Akhlak, hal 211, Wasail asy-Syi’ah, al-Hurr al-Amili jilid 20 halaman 254 dinukil dari Adab Zafaf halaman 84]

4. Hari Kamis menjelang dhuhur ketika menjelang tergelincir matahari
Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as Nabi Muhamad saw bersabda: “Wahai Ali, jika engkau melakukan hubungan dengan istrimu pada malam kamis maka anak yang terlahir darinya maka syetan tidak akan mendekatinya, ia akan memiliki pemahaman yang sangat (cerdas) dan Allah swt akan menganugrahkan kepadanya keselamatan dalam agama dan dunia.
[Syeikh Radhiyuddin Abi Nashril Hasan bin Al-Fadl ath-Thabarsi, ulama besar pada abad ke-6 HQ, Makarimal-Akhlak, hal 211, Wasail asy-Syi’ah, al-Hurr al-Amili jilid 20 halaman 254 dinukil dari Adab Zafaf halaman 85]

5. Malam Jum’at (Kamis malam)
Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as, Nabi Muhamad saw bersabda: “Wahai Ali, jika engkau melakukan hubungan dengan istrimu pada malam jum’at maka anak yang terlahir darinya akan menjadi seorang orator ulung”.
[Syeikh Radhiyuddin Abi Nashril Hasan bin Al-Fadl ath-Thabarsi, ulama besar pada abad ke-6 HQ, Makarimal-Akhlak, hal 211]

6. Jum’at sore (setelah ashar, sebelum maghrib)
Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as, Nabi Muhamad saww bersabda: “Wahai Ali, jika engkau melakukan hubungan dengan istrimu pada waktu jum’at sore maka anak yang akan terlahir darinya akan menjadi seorang figur yang terkenal dan atau ilmuwan (ulama).

7. Malam Jum’at; setelah waktu isya’ berlalu (akhir malam/menjelang subuh)
Dalam wasiatnya terhadap Imam Ali as Nabi Muhamad saww bersabda: “Wahai Ali, jika engkau melakukan hubungan biologis dengan istrimu pada akhir malam jum’at maka anak yang akan terlahir darinya akan menjadi seorang wali (ibdal)

8. Pada Malam Awal Puasa / Tanggal Satu Ramadhan
Berkenaan dengan hal ini Imam Ali as berkata: “Disunahkan pada malam awal bulan Ramadhan laki-laki berhubungan dengan istrinya; karena Allah dalam surat al-Baqarah ayat 187 telah berfirman: “ Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu…”.
[Wasail asy-Syi’ah, al-Hurr al-Amili jilid 20 halaman 254 dinukil dari Adab Zafaf halaman 85]

Itulah beberapa waktu berhubungan intim yang baik menurut Islam.

Sumber: http://duniabaca.com/waktu-yang-baik-untuk-hubungan-intim-suami-istri-menurut-islam.html

Info:

Bagi anda pria yang mengalami ejakulasi dini sehingga tidak bisa tahan lama berhubungan intim dengan pasangan kini telah hadir solusinya yang sudah terbukti ampuh dan aman tanpa efek samping yaitu Foredi gel obat ejakulasi dini pria Asli Indonesia dari ramuan tradisional yang telah terdaftar resmi di BPOM RI dan direkomendasikan langsung Oleh pakar kesehatan reproduksi Boyke Dian Nugraha. Jika anda tertarik dan ingin mencobanya silahkan kunjungi Agenforedigel.net

Sedangkan untuk anda yang mengalami Impotensi dan disfungsi ereksi gunakan obat gasa gagah perkasa. kapsul herbal alami yang berkualitas tinggi dan terbaik di dunia sangat aman digunakan tanpa efek samping. Obat impotensi gasa membuat pria tambah perkasa,tambah bergairah dan ereksi lebih lama. Info lebih lengkapnya bisa anda lihat di Agengasa.org

Waktu Melakukan Hubungan Intim Yang Baik Menurut Islam

By:dankrian

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *